Bank Sampah BSWMS Gelar Bazar Tukar Sampah dengan Sembako di Sundawenang

February 16, 2026

 

Bank Sampah BSWMS Gelar Bazar Tukar Sampah dengan Sembako di Sundawenang

SukabumiBank Sampah Wijaya Kusumah Mandiri Sundawenang (BSWMS) menggelar Bazar Bayar Sembako dengan Sampah di Komplek Perumahan Bumi Pakuwon Regency, RT 59 RW 24, Desa Sundawenang, Sabtu (15/2/2026). Kegiatan ini menjadi bazar perdana sekaligus menandai satu tahun berdirinya Bank Sampah BSWMS.

Program tersebut mengusung konsep penukaran sampah anorganik terpilah dengan paket sembako. Warga yang berpartisipasi tidak hanya memperoleh kebutuhan pokok, tetapi juga didaftarkan sebagai nasabah Bank Sampah sehingga sampah yang disetorkan selanjutnya dapat dikonversi menjadi saldo tabungan bernilai ekonomi.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Sundawenang Wahid bersama jajaran lembaga kemasyarakatan desa, antara lain BUMDes Tirta Jaya Sundawenang Sejahtera, Koperasi Desa Merah Putih, POSBAKUMDes, serta para Ketua RT dan RW setempat.

Pantauan di lokasi, warga tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Sejak pagi hari, masyarakat datang membawa sampah rumah tangga yang telah dipilah untuk ditukarkan dengan sembako. Partisipasi warga dinilai menunjukkan meningkatnya kesadaran terhadap pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Kepala Desa Sundawenang, Wahid, menyatakan apresiasinya atas pelaksanaan bazar tersebut. Menurutnya, program Bank Sampah memiliki peran strategis dalam mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah.

“Bazar ini bukan sekadar menukar sampah dengan sembako, tetapi mendorong perubahan mindset bahwa sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik,” kata Wahid.

Ia menambahkan, pengelolaan lingkungan hidup tidak hanya menjadi tanggung jawab sosial, tetapi juga tanggung jawab moral dan spiritual. Oleh karena itu, inovasi pengelolaan sampah seperti Bank Sampah perlu dikembangkan secara berkelanjutan dan didukung oleh seluruh elemen masyarakat.

Pemerintah Desa Sundawenang, lanjut Wahid, berkomitmen mendukung program Bank Sampah sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi warga. Ia berharap model pengelolaan sampah berbasis insentif ekonomi tersebut dapat direplikasi di wilayah lain.

 

 

Bagikan: